sorry bro sist postingan sebelumnya cuma ngebahas wilayah papua dan sekitarnya. gw sempet lupa mau ngeposting tentang satu tempat di timur yang pernah gw kunjungi lainnya. Beginilah ceritanya ...
Pada suatu hariiiii .....
----schedule take off GA 648 01.40 dari CGK dan tiba di ternate 07.30 lt ---
yaaa perjalanan dengan mata terkantuk kantuk selama sekitar hampir 4 jam akhirnya gw dan rekan rekan sampai di bandar udara sultan baabulah ..
(kereeeeeen bingiiit broooh pemandangannya)
tapi sumpah ngantuknya gak ketulungan .. mamaa help me .. #semaput (bahasanya mas adi)
(sunrise tepat di lobby hotel bella internasional ternate, kaya yang ada dibalik uang seribuan, coba cek deh)
sesampainya dihotel kami pun langsung menuju kasur masing masing untuk membalas keterngantukan kami, sekitar siang hari kami pun berkumpul di lobby hotel untuk memanjakan perut yang sudah amat keroncongan. Hmmm gw lupa nama tempat makannya yang pasti letaknya ga terlalu jauh dari hotel dan tempatnya cuma kaya diteras rumah si pemilik. Makanan yang disajikan pun umum yang ada di timur, yaitu makanan ala ala sop ikan, ikan bakar, dan makanan ikan ikan lainnya. Selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan menuju wisata Ternate. Perjalanaan yang panjaaaaang sekali.
Dimulai dengan menunjungi Danau Tolire, mungkin lo semua pernah denger danau yang dilempar bebatuan ke dasarnya namun seakan tidak sampai ke permukaannya . kemanakah batu tersebut? ikkkkkhhhhh ... padahal gw udah coba beberapa kali loh .. disini kita bisa beli batu buat ngelempaarnya, ada pedagang batunya gitu .. *sangat mengetahu peluang dagang* bagooosss ..
(foto bersama mba mentari)
usut punya usut ceritanya begini tentang nih danau:
Menurut cerita masyarakat setempat, dulunya adalah sebuah kampung
yang masyarakatnya hidup sejahtera. Kampung ini kemudian dikutuk
menjadi danau oleh penguasa alam semesta, karena salah seorang ayah di
kampung itu menghamili anak gadisnya sendiri. Saat ayah dan anak gadisnya yang dihamilinya itu akan melarikan diri
ke luar kampung, tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri anjlok dan
berubah menjadi danau. Danau Tolire Besar dipercaya sebagai tempat si
ayah. Sedangkan Danau Tolire Kecil diyakini sebagai tempat si gadis.
begitulah ceritanya. selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke pantai sulamadaha. Pantai pasir putih ini memiliki air laut yang tenang cocok buat para pecinta snorkeling. sayangnya gw males nyebar nyebur .. ihihiih akhirnya gw hanya menunggu teman teman gw yang sedang mendayung perahu di pantai ini dengan menikmati sajian pisang goreng dengan sambalnya. (ala ala manado gitu deh) wuenaaaaak reeek ..
sudah hampir gelap .. marikitapulaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang ke hotel besok baru ke jakarta .. hiks